Stop Memaku / memasukkan benda apapun ke Pohon !!!!

Komunitas Pendidikan

Bekasi – Centropala.org, Bulan, atau tahunnya pemilihan umum, semakin banyak pelanggaran yang di lakukan untuk lingkungan, terutamanya untuk kerusakan pada pohon.

Kok bisa pelanggaran untuk pohon ? emangnya kenapa bisa di bilang pelanggaran untuk pohon ?

Nah bagi kalian yang belum tahu kenapa di musim politik pasti banyak pelanggaran untuk lingkungan terutama untuk pohon, pasti memiliki pertanyaan seperti itu. Baik kita ulas ya centropers .

Pertama untuk para calon yang mencalonkan diri pasti dalam proses memkampanyakan dirinya untuk di pilih sebagai salah satu calon legislative maupun lainnya pasti meletakkan banner, baliho maupun yang lainnya di sekitaran lingkungan kita dan juga yang mudah di lihat oleh banyak orang. (#bener gak centropers)

Oke saya kasih contoh seperti berikut.

sumber – https://www.validnews.idPelanggaran-Alat-Peraga-Kampanye–Marak-Di-Yogyakarta-wKM

Kalau di lihat dari gambar tersebut, apa sih pelanggarannya?????

Betul sekali, Penggunaan Paku untuk memasang pamflet untuk kampanye mereka di sebuah pohon, tapi permasalahan itu gak pasti pada saat pemilu saja, tapi di waktu lain, misalkan pemasaran sebuah iklan toko / promo bisnis lainnya yang di pasang di sebuah pohon dengan cara mamaku ke pohon.

Ini kenapa sebuah pelanggaran, karena sebuah tindakan yang melakukan memasukkan sebuah benda – benda asing ke dalam pohon yang mengakibatkan kerusakan pada pohon itu, tindakan tersebut biasa di sebut tree spiking, tree spiking memiliki tujuan khusus yaitu sebagai taktik yang tidak menyenangkan sehingga mengakibatkan kerusakan pada pohon.

Dengan kerusakan yang ditimbulkan pada pohon akibat Tree Spiking, maka sangatlah mungkin, pohon – pohon yang banyak ditancap logam dan dijerat benda lain sangat mudah rusak. Dalam jangka panjang sangat mungkin pohon – pohon yang telah melemah akibat logam dan tali yang tertanam ditubuhnya akan mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.

Berikut alasan kenapa pohon di larang untuk di paku.

  • Pohon yg dipaku membuat kambium di dalam pohon rusak dan membuatnya rentan kena penyakit lalu mati sehingga tidak bisa menghasilkan oksigen lagi
  • Kalau pohon dipaku bisa berlubang dan keropos terus jadi sarang semut. Dan ini menganggu pertumbuhan pohon itu sendiri.
  • Pohon dewasa menyerap karbon dioksida 48 pon /tahun dan melepaskan oksigen dan itu bisa mendukung 2 manusia bernapas.
  • Bahkan, pohon rindang matang bisa hasilkan oksigen untuk 10 orang menarik napas selama enam bulan! Masih tega sakiti pohon?
  • Prilaku memaku pohon sama merusaknya dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan atau membuang limbah ke sungai. Itu keji sekali!
  • Memaku benda di pohon dinyatakan melanggar UU RI no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Masih mau melanggar?
  • Diatur juga di Peraturan Komisi Pemilihan Umum no 15 tahun 2013. Jadi kalau caleg masih memasang banner kampanye di pohon. tidak layak dipilih
  • PKPU no 15 th 2013 itu berisikan Pedoman Pelaksanaan Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Pohon tidak diperkenankan menjadi alat peraga kampanye.
  • Selain melanggar aturan, pemakuan pohon oleh para caleg juga menjadi sampah visual. Menganggu keindahan jalan.

 

Kontributor : Bayu Tri A

Sumber :

Artikel 

http://mpagloeocapsa.blogspot.com/2014/03/pohon-jangan-di-paku.html

http://stronger-fighter.blogspot.com/2014/03/kenapa-memaku-pohon-dilarang.html

 

Gambar 

https://www.validnews.idPelanggaran-Alat-Peraga-Kampanye–Marak-Di-Yogyakarta-wKM

https://www.republika.co.id/

Shared Yuk Kakak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *